Showing posts with label Rohani. Show all posts
Showing posts with label Rohani. Show all posts

Jan 23, 2012

Gus Dur dan Tionghoa


Gus Dur memang hanya dua tahun menjabat presiden RI, 1999-2001. Namun kiai bernama lengkah KH Abdurrahman Wahid ini punya tempat khusus di hati warga Tionghoa. Nama Gus Dur selalu disebut-sebut dalam suasana tahun baru Imlek seperti sekarang.

"Kalau tidak ada Gus Dur, kita tidak bisa main barongsai atau liang-liong ke mana-mana," kata Chandra Wurianto, dedengkot barongsai sekaligus ketua Persobarin Jatim.

Tak hanya atraksi barongsai, perayaan Imlek pun tak akan semeriah sekarang. Ini berkat komitmen Gus Dur pada hak-hak asasi manusia dan pembelaannya kepada kelompok minoritas. Gus Dur jauh sebelum jadi presiden ikut berjuang agar Khonghucu kembali diakui sebagai agama resmi di Indonesia.

Dec 28, 2011

Curriculum Vitae of Jesus Christ

Curriculum Vitae

Nama: Yesus Kristus
Alamat: Efesus 1:20
Telepon: Roma 10:30
Website: Alkitab
Kata-kata kunci: Kristus, Tuhan, Juru Selamat, dan Yesus

Nama saya Yesus - Yang Diurapi. Banyak yang memanggil saya Tuhan! Saya mengirimkan CV saya kepadamu karena saya sedang mengejar posisi manajemen teratas dalam hatimu. Jangan sungkan untuk membaca lebih rinci segala hal tentang saya berikut ini.

Kualifikasi:
- Saya mendirikan bumi dan menegakkan langit, (lihat Amsal 3:19)
- Saya membentuk manusia dari debu tanah, (lihat Kejadian 2:7)
- Saya mengembuskan napas hidup kepada manusia, (lihat Kejadian 2:7)
- Saya menebus manusia dari kutuk hukum Taurat, (lihat Galatia 3:13)
- Berkat-berkat dari Perjanjian Abraham turun dalam hidupmu melalui saya, (lihat Galatia 3:14)

Latar Belakang Pekerjaan:
-Bos saya hanya satu, (lihat Lukas 2:49)
- Saya tidak pernah terlambat, lalai, membantah, malas, atau tidak hormat.
- Bos saya selalu mengatakan hal-hal yang baik tentang saya, (lihat Matius 3:15-17)

Sep 24, 2011

Kesaksian Andy F. Noya.

"Renungan indah tentang jalan Tuhan yg tak pernah kita duga...dan selalu indah pada waktunya," -Andy F. Noya.

Malam itu saya gelisah. Tidak bisa tidur. Pikiran saya bekerja ekstra keras. Dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Sampai jam tiga dini hari otak saya tetap tidak mampu memecahkan masalah yang saya hadapi. Tadi sore saya mendapat kabar dari rumah sakit tempat kakak saya berobat. Menurut dokter, jalan terbaik untuk menghambat penyebaran kanker payudara yang menyerang kakak saya adalah dengan memotong kedua payudaranya. Untuk itu, selain dibutuhkan persetujuan saya, juga dibutuhkan sejumlah biaya untuk proses operasi tersebut.

Sep 23, 2011

TIRAI PANGGUNG YANG TIDAK PERNAH TERTUTUP

Sampai sekarang, saya masih ingat bagaimana saya berkenalan dengan Chang Yi Hsiung.

Pada suatu hari, saya menyetir mobil melewati Kwang Fu Road, Sin Chu, tiba2 melihat seorang nenek yang usianya sangat tinggi jatuh dijalanan dan tidak bisa berdiri kembali. Saya hentikan mobil untukmenolongnya, kebetulan juga ada seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor ikut berhenti membantu saya. Kami berdua ber-sama2 mengangkat nenek tsb. kedalam mobil saya, saya minta pemuda itu ikut bantu menjagai nenek tsb. dan tanpa ragu2 ia mengatakan ya. Pemuda tsb. adalah Chang Yi Hsiung.

Kami lalu mengatarkan nenek ini ke rumah sakit yg terdekat. Dalam perjalanan, dari kaca spion, terlihat oleh saya wajah Chang sinar yg sangat lembut, dengan sangat hati2 ia memegang nenek itu agar dapat menyandarkan dirinya dipundaknya, sementara tangan nenek juga dipegangnya se-olah2 untuk menenangkannya. Walau tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya Chang, tetapi dari tingkah laku ketahuan bahwa dia sedang menenangkan dan menghibur hati nenek itu.

Jun 9, 2011

Beatification of John Paul II - Miracle Picture

We don't know why John Paul II wanted to hide this picture for years. The Vatican published this picture recently, for first time. This picture was taken by one of his security guards just when the Pope was attacked and was falling down in his Papamobil. You can see the pain in his face.

Nós não sabemos por que João Paulo II quis esconder essa imagem durante anos. O Vaticano publicou esta foto recentemente, pela primeira vez. Esta foto foi tirada por um de seus guardas de segurança apenas quando o Papa foi atacado e foi caindo em sua Papamobil. Você pode ver a dor em seu rosto.


May 16, 2011

Jalan Panjang Yahudi di Indonesia

Penganut Yahudi sudah lama ada di Indonesia. Mungkin sudah ada sejak 160 tahun lalu, saat zaman penjajahan Belanda. Jacob Saphir, merupakan pengelana Yahudi pertama yang datang ke Indonesia. 

Jacob, seperti dimuat di Jewsivirtuallibrary , datang ke Indonesia pada 1850-an. Saat itu, menurut Jacob, ada sekitar 20 keluarga Yahudi berasal dari Jerman dan Belanda yang berada di Jakarta. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pedagang atau bekerja pada Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang menjajah Indonesia.

Saat itu para Yahudi ini dinilai tidak religius dan belum memiliki organisasi yang mempersatukan mereka. Karenanya, Jacob meminta kepada komunitas Yahudi di Amsterdam, Belanda, untuk mengutus seorang Rabbi guna mengatur orang Yahudi di Hindia Belanda (Indonesia). 

May 2, 2011

"Timor Leste sempre iha Vaticano nia fuan"


“Joao Paulo Segundu agora beato ona,” deklara Amu Papa Bento XVI ba ema tokon ba tokon nebe nakonu iha Basilica Sao Pedro, Vaticano, Roma, no mos ba mundu tomak nebe akompanha liu hosi televizaun no radio. Ema hotu basa liman naruk hodi haksolok no barak matan ben turu tamba laran dodok. Presidente Parlamento Nacional, Fernando La Sama de Araujo nebe tur besik iha altar (metro ruanulu hosi altar nebe amu papa tur ba) mos basa liman naruk no matan ben turu. Ema hotu haksolok, ema hotu laran dodok. 

Apr 28, 2011

IDENTITAS DAN HARGA DIRI

Oleh: Benediktus Bere Mali, SVD
Pengakuan Harga Diri
Beberapa waktu lalu sebuah bangsa memberi penghargaan kepada salah seorang putera terbaik Indonesia atas jasanya memperjuangkan kebenaran, keadilan dan perdamaian sampai titik darah penghabisan. Penghargaan yang diberikan itu adalah untuk mengabadikan namanya, harga dirinya dan identitasnya yang dibangun di atas kebenaran, keadilan dan perdamaian sosial yang diperjuangkannya sampai titik darah penghabisan atau sampai mati. Penghargaan itu terungkap dalam menggunakan namanya pada jalan utama Negara dan bangsa asing yang sangat peduli pada perjuangannya daripada bangsanya sendiri.
Harga Diri Sebuah Bangsa
Bangsa Yahudi adalah bangsa yang memiliki harga diri yang tinggi di antara bangsa-bangsa dunia. Harga diri bangsa Yahudi ditakar oleh iman mereka kepada YAHWE sebagai satu-satunya penguasa mereka, yang disistematisasi dalam hukum Yahudi-Hukum Taurat Musa.

BEATIFICAÇÃO DO PAPA JOÃO PAULO II


O próximo dia 1 de Maio será o dia em que o Papa João Paulo II é declarado BEATO. A beatificação do Papa Wojtyla acontece 6 anos apenas depois da sua morte.
O que é a BEATIFICAÇÃO? A beatificação é o rito através do qual a Igreja Católica propõe uma pessoa como modelo de vida e intercessor junto de Deus e, ao mesmo tempo que autoriza o seu culto público, normalmente no âmbito restrito ou familiar. Por meio da beatificação o Papa autoriza a veneração pública de João II na Igreja local

A beatificação é um passo no processo da Canonização. A canonização é um acto solene por meio do qual O Papa, a autoridade suprema da Igreja Católica, declara que a pessoa praticou virtudes heróicas e viveu com fidelidade na graça de Deus, está com Deus e pode ser venerada por toda a Igreja. Um Santo é honrado nas celebrações litúrgicas pela Igreja universal, enquanto o Beato é honrado somente em certos lugares.

Apr 23, 2011

Rahasia Makam Kosong

Dapatkah kubur kosong menjadi bukti bahwa Yesus, Tuhan orang Kristen, bangkit dari kematiannya? Tidak! Kisah makam kosong tidak dapat menjadi bukti kebangkitan, tetapi merupakan konsekuensi logis dari kebangkitan. Bila Yesus bangkit, tentu saja makamnya kosong. Salahlah jika dibalik: karena makam kosong, maka Yesus bangkit (E. Martasudjita,Pr., 2001).

Malam ini kita mendengarkan kisah seputar makam kosong dan para wanita yang bingung karena Pria Agung yang mereka kuburkan lenyap ditelan kemisteriusan. Apalagi waktu itu belum dan bahkan tidak ada wartawan dan fotografer yang merekam kapan dan bagaimana tepatnya Yesus bangkit dari kubur-Nya. Kerahasiaan ini tetap menjadi milik Yesus, Bapa, dan Roh Kudus.

God is Dead

Oleh: Amo Patris Allegro 

Jumat siang. Kita kenal sebagai jumat agung. Good Friday. Hari wafatnya isa almasih. Ada banyak kenangan yang hadir kembali pada hari ini. Kisah sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus yang dilakonkan dengan penuh semangat oleh anak-anak muda dan diikuti dengan penuh penghayatan oleh kaum tua-tua. Hari ini seperti ada duka. Seolah-olah sengsara Yesus itu suatu kutukan. Tuhan sudah mati. Marilah kita berdukacita?

Apr 22, 2011

Anda ada di dalamnya???

Berhala-Berhala Kontemporer
Oleh: Ermalindo Albinus Joseph Sonbay 

Ketika Marx menyampaikan kritiknya kepada kelompok pemegang modal yang berupaya menjadi ‘tuan’ atas segala sesuatu, ia mengisi kantong serangnya dengan peluru logika. Kesenangan menimbun harta dengan terus menjadikan pekerja-pekerja teralienasi dari dirinya sendiri merupakan salah satu bentuk. Kesenangan ini kemudian dirayakan secara berlebihan dengan tidak menyertakan akal sehat. Perayaan dan pemujaan inilah yang disebut Fetisisme oleh Marx. Pesona kapital justeru memenjarakan kelas pemilik modal pada kultus a-kritis terhadap berhala-berhala yang tak memiliki dasar logis yang mereka bangun.

Marx kemudian membayangkan dengan pasti sebuah kehancuran otomatis kapitalisme di akhirnya sebagai akumulasi dari pelbagai kontroversi yang ditimbulkannya in se. Namun, kehancuran ini boleh dibilang mustahil hingga saat ini, karena kelas-kelas yang dibagi Marx dalam penguasaan produksi, kelompok marjinal dan borjuis justeru tak terpisahkan di ranah konsumsi. Akan tetapi, corak pemikiran Marx yang didasarkan pada penyembahan ‘berhala-berhala’ yang melemahkan akal manusiawi tetap menjadi peluru ampuh dalam memaknai euforia zaman yang tidak seimbang ini. Perkembangan teknologi yang didasarkan pada inovasi dan pengembangan akal budi justeru membelenggu manusia pada ketakberdayaan menemukan makna terdalam hidup.

Mar 5, 2011

“Da Mihi Anima”: Educacao no Libertacao (Don Bosco Fila Lori ho Foinsae Timor Leste nia Animo, Foinsae Hela ho Don Bosco nia Entusiasmo)

 Husi: *) Martinho G. da Silva Gusmão

Igreja Catolica kaer metin hanoin ida katak Don Bosco mak “aman no mestre” ba foinsae sira. Reconhecimento ida ne’e fo kedas ona conceita basico kona ba filosofia da educação catolica. Katak, ema ne’ebe hanorin iha escola catolica nia iha vocação especial ida – nia hanorin ho liafuan no hatudu dalan ho hahalok; halo renda espiritualidade-paternal (=aman) hodi borda hamutuk ho intelectualidade-magistral (=mestre) ida.
Hau hakerek artigo ida ne’e la’os deit hanesan sincera gratidão ba Santo ne’ebe hau hatene (barak liu) no hadomi husi ki’ik-oan, maibe mos hanesan reflesaun kona ba saida mak Don Bosco husik hela mai ita nia tempo no ita nia rain nudar aman no mestre.

Educação: “ai bisogni dei tempi”

Don Bosco (1815–1888) moris no hahu ninia knaar Nai-lulik iha periodo wainhira Eropa hasoru revolução politika no desenvolvimento industria iha sec. XIX. Revolução ne’e nakfera tan povo la tahan ona hare sira nia pobreza too miseria. Tan ne’e França rebenta iha 1789 hodi haklalak no hahi “liberté, égalité, fraternité”. Tuir hau nia hanoin, liberté ne’e mak husik hela ideologia liberalismo/ kapitalismo/ industrialismo; hafoin égalité ne’e mak lori ba sikun seluk – sosialismo/ marxismo too komunismo. Maibe fraternité la dun husik hela ninia ain-fatin iha politica laran. Tan sa mak conceito “fraternidade” ne’e lakon husi atmosfera politika? Ninia historia naruk.


Feb 9, 2011

Kebenaran itu Relatif (Beda Kultur dan Agama)


Seorang teman saya mengatakan ini, “Masih ngerayain Imlek ya bro? Kenapa koq sekarang banyak penganut Kristiani pada bebas merayakan Imlek. Sebenarnya mereka selama sekian tahun ‘terpenjara’ dan tidak bisa merayakan Imlek ya? Saat Gus Dur mengakui dan menerima Kong Hu Cu, sebagian besar mereka menitikberatkan perayaan keagamaan pada tradisi Tiongkok.”

Saya tidak langsung mengajaknya berdialog atau berdiskusi bahkan berdebat soal ini. Saya Cuma bilang, apa yang diimani memang sebagian besar datang dan diambil dari unsur tradisi dan penyampaian lisan dan tertulis turun-temurun. Tapi itu tidak bisa menggantikan disposisi hati dan ketajaman nurani masing-masing pribadi yang khas untuk beriman. Iman mengandaikan adanya kebebasan dan kehendak kuat pribadi-pribadi untuk mengamini apa yang dilihat, didengar (bahkan yang diterima turun-temurun) untuk dipercaya. Dari etimologi bahasanya saja, kepercayaan (Iman) berorientasi pada pengakuan (Amin) akan sebuah ketentraman dan ketenangan bathin (Aman).

Jan 17, 2011

Gua Santa Maria di Bitauni (Tempat Ziarah di Timor Barat)

Gua Santa Maria Bitauni, di Kiupukan, Kefamenanu.




Patung Malaikat di pelataran Gua
Goa yang terdapat dipingiran jalan ini berada di tempat yang sangat teduh dengan pepohonan yang tertata rapi didalamnya. Pada bagian lain tempat ini terdapat tempat untuk melakukan misa umat Katolik.Pada bulan Mei yang dikenal dengan nama Bulan Maria sering diadakan kegiatan Misa ditempat ini. 

Jan 4, 2011

Sorry, Semua Tempat Sudah Dipesan!!

Ermalindo Albinus Joseph Sonbay
Wartawan Suara Pembaruan
Waktu itu, yah kira-kira menurut legenda (mungkin mitos) atau bahkan sejarah yang sesungguhnya, waktu Augustus memaksa membuat cacah jiwa universal, Joseph dan Maria dari Nazareth bela-belain datang ke Betlehem, tanah leluhur Daud untuk ikut didaftarkan sebagai penghuni dunia yang boleh jadi kejam dan selalu tak adil ini. Dan satu hipotesa kecil bisa diletakkan di sini. Yesus, bayi teologis yang dikandung Maria, benar-benar hadir sebagai manusia dalam cerita manusia dan juga kesengsaraan manusia. Ia manusia yang sempurna. Manusia yang sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah. Hmm salah satu pengajar saya waktu kuliah tentang Kristologi pernah menjawab kebuntuan berpikir logis tentang ke-Allahan dan ke-manusiaan Yesus dengan berkata di luar panduan LIMA JALAN Thomas Aquinas, “Ada yang harus dipikirkan dengan akal, ada yang harus dirasakan dengan hati, namun ada yang harus diimani dengan keseluruhan diri.” Diskusi tentang hal ini akan memenuhi seluruh lembaran sejarah dan inovasi serta penemuan baru manusia.  Dan jika digiring ke diskursus teologis, hal ini akan selalu menghadirkan kesimpulan yang terbuka. Maka, hipotesa tentang manusia yang paling sempurna dalam sejarah masih tetap bisa dilanjutkan. Ruang untuk itu adalah ruang terbuka yang harus dibiarkan tidur di antara akal budi yang berpasukan logika dan daya analisis sistematis dengan keindahan rasa yang ditopang estetika dan kegilaan akan keharmonisan.

OK? Lanjut. Dalam cerita pelajaran-pelajaran agama yang saya dengar entah berapa kali semasa kecil hingga drama-drama natal dan berbagai sisi lainnya, Joseph dan Maria tidak menemukan penginapan di hotel-hotel dan rumah penginapan sekitar Betlehem, tanah yang sekarang menjadi bagian dari sengketa berkepanjangan Israel dan Palestina. Drama tragis natal dipuncaki oleh kelahiran seorang paling berkuasa di tempat yang paling bersahaja. Kandang hewan yang hina dan selalu berusaha digambarkan oleh hampir seluruh seniman di seluruh dunia sepanjang masa.

Andai Joseph dan Maria hadir di dunia saat ini, kemungkinan besar para pemilik apartemen mewah, hotel-hotel berbintang hingga losmen dan penginapan plus-plus juga akan menolak mereka. Hmm kembali lagi ke alas an teologis, semua itu sudah merupakan penyelenggaraan ilahi. Skenario ilahi ini sudah didesain. Mungkin. Namun, terlepas dari apa yang sudah ditentukan oleh “YANG MAHA KUASA” spontanitas manusia yang hidup dan menukar-lepas nafas-nafas hidupnya di dunia penuh nuansa konsumerisme dan materialisme ini perlu juga diberi penekanan. Tidak ada orang yang benar-benar hidup sebagai orang yang miskin. Orang miskin sekalipun sudah banyak yang tergiur oleh kegemilangan harta dan kekayaan. Siapa yang tidak pernah pusing akan makanan seperti pipit-pipit yang terbang liar. Siapa yang tidak memikirkan keindahan dan model pakaian seperti bakung yang tak selalu diperhatikan. Telepon genggam menjamur di Nusantara bagaikan dewa baru, itu baru satu contoh. Tidak ada yang benar-benar menghidupi corak dan semangat miskin akan harta dan kekayaan.

Pejabat mungkin senantiasa dihantui khayalan dan mimpi bagaimana menerapkan trik dan aksi korupsi tanpa diketahui publik. Bagaimana mereka menjalankan politik santun penuh pencitraan tanpa aksi yang sesungguhnya. Yang bermain di ranah hukum terus mengharapkan bisa menjadi kaya dengan memialangi kasus-kasus tertentu. rentetan kasus hukum yang membelit bumi pertiwi bisa jadi contoh. Kawan-kawan mahasiswa dan kelompok pergerakan selalu beraksi dengan imbalan plus-plus. Boleh jadi hampir tidak ada demo dan unjuk rasa yang tanpa biaya. Hari gini jangan berpikiran tentang GRATIS pak! Boleh jadi, bahaya venalisme ini juga merasuki kalangan penyebar dan penyambung informasi. Mereka yang bergerak di media elektronik, TV, On-line, cetak maupun media paling pertama mulut ke mulut. Banyak gossip bisa jadi tidak benar, prediksi dan rumor mengarah ke provokasi, headline bisa saja ditalangin oleh mereka yang berduit. Semua mau menjadi pemain.

Dan, bahaya ini bukan saja menjadi mimpi buruk golongan menengah dan golongan atas dalam pengetahuan, harta dan keimanan, mereka yang berada di posisi paling dasar strata manusia pun berbuat yang sama. Berusaha hidup sebagai dan menjadi pialang, makelar, tukang kelola dan sudah pasti “pemakan manusia yang lain.” Hobbes benar ketika melesakkan idenya Homo Homini Lupus. Manusia adalah serigala satu bagi yang lain. Persoalan perut dan syahwat yang berada di bagian paling bawah anatomi biologis manusia dibalikkan posisinya menjadi paling atas, mengalahkan pikiran dan hati.

Ah, kayaknya saya mulai berkotbah. Yang sesungguhnya mau saya sampaikan adalah (yang pastinya menurut saya) SUDAH TIDAK ADA TEMPAT LAGI bagi MANUSIA yang PALING SEMPURNA yang selalu dirayakan kedatangannya setiap 25 Desember, tanggal di mana selalu diadakan pesta untuk memeringati Dewa Matahari di jaman kuno. Semuanya sudah terisi dengan keunggulan-keunggulan negatif manusia. Sedikit sekali manusia (saya termasuk dalam kelompok besar) yang lebih bersih dari Yudas yang menjual MANUSIA LUAR BIASA ini hanya dengan tiga puluh keeping perak. Juga tidak banyak manusia yang lebih baik dari PETRUS yang hanya menyangkalinya tiga kali. Hmm, akan jadi kontras kalau spirit Natal dibenturkan pada tiang-tiang sengsara anak manusia ini di kala paskah nanti.

Saya sendiri dalam praksis hidup saya selalu dan selalu mengatakan hal ini kepada manusia paling sempurna tersebut. “Sorry bro, semua tempat di hati dan kehidupan saya sudah penuh. Tidak ada lagi KEHENDAK BEBAS yang murni dan bersih bagiMU.” Sekalipun ada suara di dasar hati untuk senantiasa menyediakan tempat baginya, aksi, tutur, tindak dan pikiran serta kelalaian saya senantiasa pula mengatakan bahwa tempat tersebut tidak ada bagiNYA. Bahkan dengan kesadaran dan seluruh potensi diri saya sebagai manusia saya bahkan tak mengijinkan DIA hadir di kandang kebinatangan saya. Ironi natal akan menjadi kompleks dari tahun ke tahun kalau semua berpikir soal KESIAPAN. Orang-orang kaya akan memikirkan apa yang akan dikenakannya ke GEREJA nanti. Para pejabat dan pembesar tentunya akan memikirkan di mana mereka akan berbelanja untuk OPEN HOUSE natalan. Muda-mudi akan memikirkan bagaimana menghabiskan natal bersama pasangannya. Orang-orang kecil kebanyakan tidak akan peduli sedemikian sempurna mengenai natal, karena mereka terlanjur terindoktrinasi untuk mengemis dan mendahulukan kepentingan perut mereka. Lalu masih bergunakah natal.

Hmm… Semoga ENGKAU yang sempurna, menutup mataMU terhadap catatan di atas ini. Selamat Hari Ulang Tahun YESUS. Untuk yang merayakannya mohon maaf sedalam-dalamnya, MAT NATAL.

Dec 13, 2010

Teringat Natal di Kampung Halaman

By: Jano Bere Buti
Hari Natal kian dekat, tinggal menghitung hari
Rasanya aku tidak siap menyambut Sang Juru Selamat
Sepertinya, aku terlalu sibuk dengan kebutuhan duniawi
Hingga tak mampu meluangkan waktu barang semenit
sepintas teringat akan indahnya hari Natal di kampung halaman
jauh di pedalaman terpencil di antara bebukitan terjal
tidak ada pohon natal berhiaskan lampu kedip kedip
pun tak ada hiasan hiasan gemerlap ala modern
sungguh seadanya di antara kesederhanaan
yang sederhana, ternyata membekas di hati ini
berpuluh tahun sudah, kenangan demi kenangan itu masih hangat
terlintas jelas jalan-jalan setapak berliuk-liuk menuju kapela tua
terlihat umat berdatangan terseok-seok mamasuki kapela
suasana terasa hening, sesekali terdengar suara batuk dan tangisan bayi
bersambung.... dengar dulu lagu berikut.......
nampak jelas dalam anganku, duduk diam bersila tangan berderetan
ada pula tak kebagian bangku kayu tua, berdiri berjejer di cela kosong
bebrapa kelompok vocal group tingkat Sekolah Dasar bersiap dengan 'Lagu Sambut'
ada lagi yang tak kebagian di dalam kapela tua beratap daun pohon sagu
berdiri berjejer di balik dinding bebak di bawah rintikan hujan natal
lagu-lagu natal dilantunkan dalam bahasa lokal oleh koor inti seadanya
diramaikan lagu-lagu sambut dari anak-anak sekolah dasar
suasana terasa akrab dalam persaudaraan kristiani
sehati menyambutkan Kelahiran Sang Juru Selamat
rasanya Bayi Yesus sungguh menyapa setiap umat
tersenyum pada setiap pribadi, menjamah setiap hati
Adakah suasana ini terasa di kota besar,...???
di sudut-sudut kota, terlihat indah Kandang Natal berjajaran
dengan berbagai hiasan menarik dilengkapi dengan lampu warna warni
sayang, hanya dijadikan tempat sekelompok pemuda untuk berpuas-puasan
di sana ada botol minuman keras berserakan, puntung rokok bertebaran
ada pula musik anak muda berkumandang di Kandang Natal
berjoget gembira ria dalam suasana mabuk-mabukan
lalu mengganggu setiap umat yang lewat kata-kata tak terpuji
Betapa rindu hati ini, merayakan Natal jauh di dusun pedalaman
dengan segala suasana masa kecilku...
hanya bisa direnungkan dan didalami di dalam dalamnya hati
Selamat mempersiapakn hati menyambut Bayi Yesus