Sep 26, 2011

Golkar Puji Pembangunan di Timor Leste

VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memuji proses pembangunan di Timor Leste. Menurut dia, negeri Timor Lorosa'e itu, setelah merdeka dari Indonesia pada 20 Mei 2002, mampu melaksanakan pembangunan: membangun perasaan dan ikatan kebangsaan, mengembangkan masyarak multilingual, mengembangkan birokrasi sipil, reorganisasi militer dan sipil, serta mengejar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

"Upaya mendorong kemajuan suatu bangsa bukanlah persoalan yang mudah. Dalam waktu yang cukup singkat, kurang lebih satu dekade, Timor Leste telah membuktikan bahwa semua itu mungkin untuk dilakukan," kata Aburizal dalam pidato singkat di Kongres Ke-3 Partai Fretilin di Ibukota Dili, Timor Leste, Kamis, 8 September 2011.

"Dan, yang cukup membanggakan, Timor Leste melakukan (pembangunan) itu dalam sistem pemerintahan yang relatif demokratis dan upaya yang semakin lama semakin mandiri," kata Aburizal dalam forum yang dihadiri dua petinggi utama Partai Fretilin, Ketua Umum Francisco Guteres Lu-Olo dan Sekretaris Jenderal Marie Alkatiri.

Meski begitu, ujar Ical --panggilan akrabnya-- perjalanan bangsa Timor Leste ke depan masing sangat panjang. Sebab, katanya, membangun bangsa yang maju dan sejahtera bukan pekerjaan dua atau tiga tahun. Danyak dilema, tantangan serta persoalan yang tidak mudah untuk dihadapi.

Tetapi, Ical mengaku percaya bahwa betapa pun berat tantangan yang ada di depan, Timor Leste akan tumbuh menjadi negara yang maju dan sejahtera, "Dalam dunia yang semakin global, kemajuan tidak ditentukan ukuran besar dan kecil suatu negara, tetapi oleh kualitas manusia," katanya.

Khusus dalam bidang ekonomi, Aburizal menilai pengelolaan ekonomi dan perdagangan Timor Leste menuju ke arah yang benar dengan sistem perekonomian yang lebih terbuka. Bahkan, dalam beberapa hal, misal, rezim perpajakan dan investasi, Timor Leste telah mengambil langkah-langkah yang sangat maju.

"Partai Golkar akan menyampaikan kabar baik tersebut kepada dunia bisnis di Indonesia agar mereka mencari kemungkinan investasi dan perdagangan di Timor Leste, sebelum pengusaha dari berbagai negeri lainnya merebut kesempatan tersebut," ujarnya.

Aburizal kembali menegaskan sikap Partai Golkar untuk mendukung Timor Leste menjadi anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Bahkan, dikatakannya Partai Golkar akan mengupayakan agar Pemerintah Indonesia lebih intensif lago dalam memungkinkan agar Timor Leste secepatnya menjadi anggota ASEAN.

Menurut dia, masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN akan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi politik diplomasi regional. Maka, diharapkan dengan sendirinya memberi manfaat positif bagi kerja sama Timor Leste dengan negeri-negeri sahabat di kawasan Asia Tenggara.

Laporan M. Arief Hidayat
• VIVAnews

No comments: